Senin, 06 Desember 2010
Demi Layang-layang
Tanggal 04 Juli 2010, waktu serasa hambar ketika aku datang ke sekian kalinya. Kubuang raut sayang di mukanya dan dia menangis. "Apa alasannya kamu menangis?" kalimat tanya yang sangat bodoh ku ungkapkan pada seorang wanita yang ternyata selama ini menanti kehadiranku, sebab sudah beberapa bulan ini tak bertemu. Di hari hujan itu, aku bertemu olehnya di tempat pecinaan yaitu tiong thing. Udara yang dingin mengendap di suasana renung itu. "Apa kau baik-baik saja dengan keadaan ini... " tanyaku sekali lagi bodoh. Dia mengepakkan kelopak matanya sungguh piawai di suasana yang amat mengacaukan perasaan ini. Ku sempatkan sejenak memperhatikan denyut dadanya yang kembang kempis tak beraturan, seakan menahan tangis tetapi selalu ditahannya dengan cegukkan nafas yang terdengar menghanyutkan kesunyian. Dan aku masih mendiamkannya, namun sebenarnya di hati ini dipenuhi sejuta tanya akan kabarnya yang mungkin berangsur tak baik dan kian menjadikannya pribadi yang berbeda nanti. Aku meragukannya jika dia baik-baik saja. "Nik, setidaknya kau sapa aku dulu..." tegasku untuk meyakinkan diri bahwa anggapanku tadi tidaklah benar. Dan dia masih diam, seakan tidak merasakan kehadiranku. "Ibu udah ga ada Nik, aku ikut berduka tentang hal ini" sapaku yang canggung ini memang dirasa tak dapat memudarkan gelitik hatinya. Dari ujung gerbang hingga masuk ke tiong thing, tercium aroma dupa dan bunga untuk lelayu di tiap sudut area itu. Kuperhatikan sekitar sini dan situ, masih sepi tak ada pelayat yang hendak melayat. Eloknya tempat ini, menggantikan perhatianku kepada seorang gadis bernama Nike Tania. Ya, dia mantan pacarku.
"Sinto, sejak kapan kamu datang nak.." sapa Pak Hendrik yang kaget melihat kedatangan saya dari samping peti.
"Bapak...baru saja Pak, belum ada lima menit" sahutku ramah.
"Naik apa To kesininya?" tanya-nya dengan raut sedih tetapi dipaksakannya senyum.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog Archive
About Me
- Unknown
Pengikut
Kotak Suara Anda
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar